Dari DOC sampai delivery
— satu sistem cerdas.
Deliver memberi peternak layer dan broiler kontrol penuh atas projection, rantai pasok, sampai post-harvesting — didukung AI yang memahami siklus produksi ayam.
Tiga hambatan yang menahan peternak Indonesia.
Akses input yang mahal, pasar livebird yang volatil, dan modal kerja yang macet — tiga masalah struktural yang membuat margin peternak tipis dan skala mandek.
Akses Sapronak terbatas
Peternak kecil–menengah sulit dapat pakan, DOC, dan obat dengan harga wajar dan kualitas terjamin. Stok telat datang, harga naik mendadak — siklus produksi terganggu.
Market livebird tidak pasti
Harga ayam hidup ditentukan bakul dan broker. Saat panen serentak, harga jatuh; peternak terpaksa jual rugi karena tidak ada pembeli alternatif.
Working capital tercekik
Modal terkunci di pakan, DOC, dan piutang dari bakul. Bank butuh kolateral; peternak terjebak siklus utang ke supplier dengan bunga tinggi.
Satu platform, tiga modul yang saling bicara.
Proyeksi produksi & finansial yang hidup
Forecast bobot panen, FCR, mortalitas, dan P&L per batch. Model AI menyesuaikan diri dengan iklim, strain, dan pola pakan kandang Anda.
Angka dari peternak yang pakai Deliver.
Mereka sudah berhenti pakai buku tulis.
Dulu saya tahu rugi setelah panen. Sekarang Deliver kasih warning di hari ke-14 kalau FCR meleset. Itu yang menyelamatkan margin saya.
Tim saya pesan pakan lewat WhatsApp ke 3 supplier. Sekarang satu klik, harga otomatis dibandingkan, invoice masuk ke akunting.
Saya bisa lihat performa 12 kandang dari satu layar. Buat decision di tingkat grup, ini game changer.
Hal yang biasa ditanyakan peternak.
Mulai dari satu kandang. Skala saat Anda yakin.
Trial 30 hari di satu kandang. Tanpa kontrak. Tanpa biaya setup.